13 Tahun Bom Bali : Air Mata Dari Penjuru Negeri

104064_largeTak terasa di tahun ini telah memasuki bulan ke 10. Bulan yang mungkin bagi sebagian orang merupakan bulan yang penuh dengan kebahagian, termasuk untuk penulis. Karena dibulan ini tepat 21 tahun yang lalu, penulis lahir kedunia ini disertai tangis dan senyum kedua orang tua.

Namun, tidak bagi masyarakat Bali. 12 Oktober dan 1 Oktober, masing- masing di tahun 2002 dan 2005, masih teringat dengan jelas suara dentuman keras yang memporak-porandakan Bali kala itu. Ya, 13 tahun yang lalu peristiwa Bom Bali I terjadi, 3 buah bom meledak, 2 ledakan pertama di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta Bali, dan terakhir di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat. Membuat 202 korban jiwa mati sia-sia pada tragedi ini. Air mata mengalir deras, Dunia berduka akan tragedi ini.

Belum mengering air mata, 2 tahun setelah peristiwa Bom Bali I, peristiwa Bom Bali II terjadi. Tepat 10 tahun yang lalu, lagi-lagi tiga pengebomam terjadi, 1 di Kuta dan 2 di Jimbaran. Tangis kembali pecah ketika melihat 23 orang terbujur kaku tak bernyawa dan ratusan lainnya luka-luka. Dan lagi-lagi dikarenakan bom bunuh diri.

Terlalu pedih hati ini ketika harus mengenang kembali malam itu. Malam yang membuat mata dunia tertuju kepada Indonesia, malam yang menghancurkan keDamaian Negeri ini. Teroris !, ya merekalah yang ada dibalik semua ini. Merekalah yang membuat ratusan jiwa melayang, merekalah yang membuat ratusan anak-anak yatim piatu, merekalah yang membuat ratusan istri kehilangan suaminya, dan mereka pula lah yang membuat jutaan tangis dari penjuru negeri.

Ibuku, Ayahku, Istriku, Suamiku, Anakku, Teman, Sahabat, Damailah di alam sana.

 

 

#DamaiDalamSumpahPemuda

Categories: DamaiDalamSumpahPemuda